images



Nunukan, 16 Maret 2026 — Dalam upaya meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai penyakit Tuberkulosis (TB), RSUD Nunukan melaksanakan kegiatan sosialisasi kesehatan kepada pasien dan keluarga pasien yang sedang menunggu pelayanan di ruang tunggu poliklinik, Senin (16/03/2026). Kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan World TB Day yang diperingati setiap tanggal 24 Maret di seluruh dunia.
Kegiatan sosialisasi tersebut merupakan bagian dari program promosi kesehatan rumah sakit yang bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya TB, cara penularan, gejala yang perlu diwaspadai, serta pentingnya pengobatan yang teratur hingga tuntas. Sosialisasi dilaksanakan secara langsung oleh petugas kesehatan RSUD Nunukan kepada masyarakat yang berada di Ruang Tunggu Poliklinik.
Dalam penyampaian materi, petugas kesehatan menjelaskan bahwa Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis yang umumnya menyerang paru-paru. Penyakit ini dapat menular melalui udara ketika penderita batuk, bersin, atau berbicara. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk lebih waspada terhadap gejala TB.
Beberapa gejala yang perlu diperhatikan antara lain batuk yang berlangsung lebih dari dua minggu, demam yang berkepanjangan, berkeringat pada malam hari, penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, serta rasa lelah yang terus-menerus. Apabila mengalami gejala tersebut, masyarakat dianjurkan untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan agar dapat dilakukan pemeriksaan dan penanganan secara tepat.
Selain menjelaskan mengenai gejala dan cara penularan TB, petugas kesehatan juga menekankan pentingnya menjalani pengobatan secara teratur hingga selesai sesuai dengan anjuran tenaga medis. Pengobatan TB biasanya memerlukan waktu yang cukup lama sehingga pasien diharapkan disiplin dalam mengonsumsi obat agar proses penyembuhan berjalan dengan baik dan mencegah penularan kepada orang lain.
Dalam kegiatan tersebut, narasumber dr. Audina Ulfa Adria turut memberikan tanggapan mengenai pentingnya edukasi kesehatan kepada masyarakat. Ia menyampaikan bahwa sosialisasi seperti ini sangat diperlukan agar masyarakat memiliki pemahaman yang benar mengenai penyakit TB.
Menurutnya, masih banyak masyarakat yang kurang memahami gejala awal TB sehingga sering terlambat memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan. Ia juga menambahkan bahwa dengan adanya kegiatan sosialisasi ini, masyarakat diharapkan dapat lebih peka terhadap kondisi kesehatan diri sendiri maupun anggota keluarga.
“Melalui kegiatan sosialisasi ini, kami berharap masyarakat dapat mengenali gejala TB sejak dini dan tidak ragu untuk memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami keluhan seperti batuk yang berlangsung lebih dari dua minggu,” ujarnya.
Selain itu, beliau juga memberikan masukan kepada masyarakat agar selalu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat sebagai salah satu langkah pencegahan penyakit menular. Menjaga kebersihan lingkungan, menerapkan etika batuk yang benar, menggunakan masker ketika sedang sakit, serta menjalani pengobatan secara teratur apabila terdiagnosis TB merupakan langkah penting dalam mencegah penularan penyakit tersebut.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur RSUD Nunukan juga menyampaikan tanggapannya mengenai pentingnya kegiatan edukasi kesehatan bagi masyarakat. Ia menyatakan bahwa rumah sakit tidak hanya memiliki peran dalam memberikan pelayanan pengobatan, tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pencegahan penyakit.
Menurutnya, kegiatan sosialisasi seperti ini sangat penting untuk mendukung upaya pemerintah dalam pengendalian penyakit menular, khususnya Tuberkulosis yang masih menjadi salah satu masalah kesehatan di Indonesia.
“Melalui kegiatan promosi kesehatan seperti ini, kami berharap masyarakat dapat memperoleh informasi yang benar mengenai penyakit TB, sehingga dapat melakukan pencegahan sejak dini dan tidak ragu untuk memeriksakan diri apabila mengalami gejala yang mengarah pada TB,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan sosialisasi ini merupakan bagian dari upaya rumah sakit dalam mendukung kampanye global pada peringatan World TB Day yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat dunia terhadap bahaya Tuberkulosis serta pentingnya penanganan penyakit tersebut secara serius dan berkelanjutan.
Kegiatan sosialisasi berlangsung dengan suasana yang interaktif. Para pasien dan keluarga pasien yang hadir terlihat antusias mengikuti kegiatan tersebut. Beberapa di antaranya juga mengajukan pertanyaan kepada petugas kesehatan mengenai cara pencegahan TB serta langkah yang harus dilakukan apabila terdapat anggota keluarga yang mengalami gejala penyakit tersebut.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, pihak RSUD Nunukan berharap masyarakat dapat memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai penyakit Tuberkulosis. Dengan meningkatnya pengetahuan masyarakat, diharapkan upaya pencegahan serta pengendalian penyakit TB dapat berjalan lebih optimal, sehingga angka penularan penyakit tersebut dapat ditekan.
Kegiatan ini juga menjadi salah satu bentuk komitmen RSUD Nunukan dalam memberikan pelayanan kesehatan yang tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga pada upaya edukasi dan pencegahan penyakit di tengah masyarakat.

Share: