images



Nunukan – Kesehatan gigi dan mulut ibu hamil ternyata memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan janin. Kurangnya perhatian terhadap kebersihan mulut selama masa kehamilan dapat meningkatkan risiko berbagai komplikasi, baik bagi ibu maupun bayi yang dikandung.

Dokter gigi menjelaskan bahwa perubahan hormon selama kehamilan dapat menyebabkan kondisi gusi menjadi lebih sensitif dan rentan mengalami peradangan, seperti gingivitis hingga periodontitis. Jika tidak ditangani dengan baik, infeksi pada gusi dapat memicu penyebaran bakteri ke dalam aliran darah yang berpotensi memengaruhi perkembangan janin di Ruang tunggu Poliklinik Kandungan pada hari ini Senin, (06/04/2026).

“Infeksi pada gusi ibu hamil dapat meningkatkan risiko kelahiran prematur dan bayi dengan berat badan lahir rendah. Oleh karena itu, menjaga kebersihan gigi dan mulut sangat penting selama masa kehamilan,” ujar salah satu dokter gigi dalam kegiatan edukasi kesehatan.

Menanggapi hal tersebut, narasumber dokter ISHIP, drg. Dianita Khairunnisa Paramma, menjelaskan bahwa kondisi kesehatan mulut ibu sangat berkaitan dengan kesehatan sistemik yang berdampak pada janin.

“Peradangan pada gusi bukan hanya masalah lokal di rongga mulut, tetapi dapat memicu respon inflamasi dalam tubuh. Ini yang kemudian berpotensi memengaruhi kondisi kehamilan, termasuk risiko persalinan prematur,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa ibu hamil sering mengalami perubahan kebiasaan, seperti muntah berulang yang menyebabkan asam lambung naik ke rongga mulut dan mempercepat kerusakan gigi.

“Setelah muntah, sebaiknya ibu tidak langsung menyikat gigi, tetapi berkumur terlebih dahulu dengan air atau larutan khusus untuk menetralkan asam. Ini penting untuk melindungi enamel gigi,” tambahnya.

Sementara itu, narasumber lainnya, drg. Salsabyila Wahyuni SA, menekankan pentingnya perawatan gigi sejak awal kehamilan sebagai langkah pencegahan.

“Pemeriksaan gigi sebaiknya dilakukan sejak trimester pertama untuk mendeteksi masalah sedini mungkin. Namun tindakan perawatan yang bersifat elektif umumnya lebih aman dilakukan pada trimester kedua,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa kebiasaan sederhana seperti menyikat gigi dengan teknik yang benar dan penggunaan benang gigi (dental floss) dapat membantu mencegah penumpukan plak yang menjadi penyebab utama penyakit gusi.

“Edukasi kepada ibu hamil sangat penting, karena dengan pengetahuan yang baik, mereka dapat menjaga kesehatan gigi dan mulut secara mandiri di rumah,” tambahnya.

Sementara itu, Plt. Direktur RSUD Kabupaten Nunukan, dr. Andi Bau Tune Mangkau, Sp.B, menegaskan pentingnya kesadaran ibu hamil terhadap kesehatan gigi dan mulut sebagai bagian dari pelayanan kesehatan menyeluruh.

“Kami sangat mendukung kegiatan edukasi ini sebagai upaya promotif dan preventif dalam meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak. Kesehatan gigi dan mulut sering kali dianggap sepele, padahal memiliki dampak besar terhadap kesehatan janin,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa pihak rumah sakit terus berkomitmen memberikan pelayanan kesehatan terpadu, termasuk pemeriksaan gigi bagi ibu hamil sebagai bagian dari upaya menekan angka komplikasi kehamilan.

“Kami mengimbau kepada seluruh ibu hamil untuk tidak ragu melakukan pemeriksaan gigi secara rutin. Dengan deteksi dini dan perawatan yang tepat, risiko terhadap ibu dan janin dapat diminimalkan,” tambahnya.

Selain itu, ibu hamil juga sering mengalami mual dan muntah yang dapat menyebabkan peningkatan asam di dalam mulut. Kondisi ini dapat merusak enamel gigi dan meningkatkan risiko gigi berlubang apabila tidak diimbangi dengan perawatan yang tepat.

Tenaga kesehatan menyarankan agar ibu hamil tetap rutin menyikat gigi minimal dua kali sehari menggunakan pasta gigi berfluoride, serta melakukan pemeriksaan gigi secara berkala ke fasilitas kesehatan. Perawatan gigi dinilai aman dilakukan selama kehamilan, terutama pada trimester kedua.

Edukasi kesehatan juga menekankan pentingnya pola makan bergizi seimbang. Asupan kalsium, vitamin D, dan fosfor sangat dibutuhkan tidak hanya untuk kesehatan gigi ibu, tetapi juga untuk pembentukan tulang dan gigi janin.

Dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya kesehatan gigi dan mulut, diharapkan para ibu hamil dapat lebih memperhatikan kebersihan mulutnya sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan janin sejak dalam kandungan.

Share:

Tags:

No Comment:

Leave a Comment